Cara Memanfaatkan Limbah Anorganik

Cara Memanfaatkan Limbah Anorganik - Di lingkungan di sekitar kita, kita mungkin tidak dapat menghindar dari sampah atau sisa kotoran. Di lingkungan rumah, di tempat kerja, atau di tempat-tempat umum kita pasti akan menemukan sampah. Secara umum, sampah dibagi menjadi 2 jenis, yaitu limbah organik dan limbah anorganik.

Dilihat dari unsur-unsur yang terkandung di dalamnya, sampah organik lebih mudah dikelola daripada limbah anorganik. Ini karena sampah organik cenderung lebih mudah dipecah oleh waktu yang lebih sedikit. Berbeda dengan limbah anorganik yang membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun untuk proses penguraiannya.

Cara Memanfaatkan Limbah Anorganik

Cara Memanfaatkan Limbah Anorganik

Pada kesempatan ini kita akan membahas bagaimana mengelola limbah anorganik yang sulit diurai agar tidak merusak lahan, tetapi dikelola menjadi produk yang bermanfaat bagi kita semua.
Limbah anorganik tidak dapat terdegradasi secara alami. Dengan kreativitas, limbah ini dapat didaur ulang untuk berbagai kebutuhan. Ada beberapa sampah yang dapat digunakan:

1. Limbah Kertas

Sampah kertas dapat dikumpulkan menjadi satu bagian terpisah dari limbah lainnya. Apakah itu kemudian dibuang ke tempat sampah atau dijual ke tukang loak, setidaknya kami telah memfasilitasi langkah-langkah pengelolaan limbah untuk melakukan pemrosesan lanjutan. Koleksi limbah kertas dapat dibuat menjadi berbagai jenis kerajinan, seperti topeng, patung, dan kertas daur ulang.

Nilai jual limbah kertas daur ulang jauh lebih tinggi daripada limbah kertas biasa. Kertas daur ulang dapat dijual kepada pengrajin sebagai bahan pembuatan kerajinan tangan, atau Anda membuat karya seni sendiri.

2. Limbah Kaleng

Banyak kaleng yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Meskipun sumber daya penambangan tidak dapat diperbarui, jika diperlukan ratusan atau ribuan tahun untuk membentuknya. Suatu saat material penambangan akan dieksplorasi. Karena itu, akan lebih bijak jika kita ambil bagian dalam gerakan untuk berhasil dalam daur ulang. 100% kaleng baja dapat didaur ulang karena siklus hidupnya tidak akan pernah berakhir.

Membuat baja dari kaleng bekas hanya membutuhkan 75% energi yang digunakan untuk membuat baja dari bijih besi. Itu artinya, setiap kali kita mendaur ulang 1 ton baja, kita akan menghemat 1.131 kg bijih besi, 633 kg batubara, dan 54 kg kapur.

Perawatan kaleng bekas tergantung pada jenis wadah yang digunakan. Kaleng wadah makanan bekas memiliki tutup yang cenderung tajam, harus dimasukkan ke dalam, lalu diperas untuk menghemat ruang di tempat sampah. Kaleng cat harus dibersihkan dari sisa-sisa cat dengan kertas koran dan biarkan kering, lalu diperas. Kertas minyak goreng kaleng juga. Kaleng yang mengandung aerosol, seperti parfum dan cat semprot, harus ditangani dengan hati-hati, tidak tertusuk atau diperas. Drum dapat digunakan sebagai tempat sampah atau pot.

3. Limbah Botol

Pecahan botol memiliki nilai tinggi, terutama masih utuh. Jika tidak utuh, itu akan didaur ulang bersama dengan berbagai jenis kaca lainnya untuk dicetak ke dalam botol baru. Harga botol minuman bekas lebih rendah karena bentuk khusus sehingga pembeli terbatas pada perusahaan minuman.

Botol kecap lebih mahal karena banyak produk dapat dikemas dengan botol. Bisnis botol bekas juga memberikan peluang kerja bagi para ibu sebagai pencuci botol.

4. Limbah Plastik

Saat ini ada banyak kerajinan yang dibuat dengan bahan dasar seperti tas plastik, dompet, penutup meja, dan kotak tisu.

5. Limbah B3 (limbah berbahaya dan beracun)

Limbah B3 ternyata bisa menghasilkan uang. Pencetakan cairan cuci film (fixer), dapat menghasilkan perak murni. Memang, pengetahuan tentang proses kimia diperlukan karena melibatkan bahan kimia berbahaya dan beracun.

6. Limbah Kain

Limbah kain dapat digunakan untuk mencuci sepeda motor atau sebagai bahan baku kerajinan. Pakaian yang tidak digunakan, tetapi masih cocok untuk digunakan dapat disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan, atau dijual dengan harga murah. Sisa dari kain atau tambal sulam juga digunakan untuk banyak aplikasi, termasuk selimut, tutup dispenser, magic jar dan lainnya.

Dengan pengelolaan yang baik, limbah anorganik yang awalnya tidak dapat dimanfaatkan dan cenderung merusak tanah dapat berubah menjadi kerajinan yang tentu saja menguntungkan dan dapat menghasilkan uang. Jadi, mari kita mengelola limbah sebaik mungkin agar tidak membahayakan diri kita dan lingkungan kita. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Cara Memanfaatkan Limbah Anorganik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel