Langkah-Langkah Memulai Perusahaan Fintech di Indonesia

Pada era perkembangan zaman sekarang ini, istilah fintech masih cukup familiar dan menjadi hal yang belum dikenal oleh sebagian masyarakat. Fintech sendiri merupakan kata gabungan dari financial technology dimana pengertiannya semacam layanan keuangan yang lebih efisien karena melalui perantara teknologi. Bahkan hingga sampai saat ini pertumbuhan fintech di Indonesia terbilang naik.


Tahapan Membangun Perusahaan Fintech di Indonesia

Memulai bisnis atau membangun perusahaan fintech di Indonesia memang tidak mudah. Harus melewati beberapa langkah dan juga hal penting untuk dimiliki. Tak sedikit yang menilai bahwa memulai dan membangun perusahaan fintech sulit, namun tidak jika Anda mengetahui beberapa alurnya. Berikut ini beberapa langkah-langkah untuk memulai perusahaan fintech di Indonesia.

1. Rencana yang Matang

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum memulai atau membangun sebuah perusahaan fintech adalah memiliki rencana yang matang. Anda sendiri pastinya tahu bahwa perusahaan yang akan dibangun ini bukanlah perusahaan yang kecil karena menyangkut banyak orang. Menyusun rencana yang jelas dan akurat menjadikan perusahaan fintech yang akan Anda bangun nantinya berjalan lancar.

Selain rencana yang matang, Anda juga memerlukan tujuan atau visi misi dalam perusahaan yang akan di bangun. Tujuan yang jelas dari sebuah perusahaan dapat membuat banyak orang percaya dengan kinerja dan kenyamanan untuk menggunakannya. Kedua hal tersebut sangat penting dan merupakan langkah awal untuk membangun perusahaan fintech.

2. Menentukan Produk

Langkah selanjutnya adalah menentukan sebuah produk untuk diketahui oleh banyak orang. Hal ini sangat perlu dikarenakan fintech sendiri memiliki cakupan yang luas dan berbeda-beda. Oleh karena itu Anda harus menentukan terlebih dahulu produk layanan atau jenis fintech apa yang memiliki potensi dan perkembangan yang bagus di Indonesia. Selain produk, Anda juga harus memiliki sebuah tim yang padu.

Jangan salah sangka, tentunya Anda tidak bisa memulai perusahaan ini sendiri tanpa adanya tim untuk membantu. Dari tim ini menjadi salah satu syarat utama untuk menentukan berhasil atau tidaknya pemasaran layanan yang telah Anda dan perusahaan sediakan bagi masyarakat. Jika semua terasa lancar, tinggal Anda dan juga tim untuk mengelola proses serta perkembangan.

3. Registrasi Perusahaan ke OJK

Jika Anda membuat sebuah perusahaan fintech di Indonesia terdapat regulasi baru dan wajib untuk dilalui setiap perusahaan fintech baik itu institusi layanan keuangan atau perusahaan rintisan. Pihak OJK sendiri akan menguji kelayakan, mengobservasi serta menentukan bagaimanakah perusahaan fintech yang Anda miliki ini dapat bekerja dengan baik atau tidak (bermasalah).

Dalam hal ini Anda tidak bisa untuk tergesa-gesa, karena pengujian OJK melalui regulatory sandbox akan berjalan selama kurang lebih 12 bulan atau selama satu tahun penuh. Bahkan jika terdapat beberapa tambahan yang diperlukan, kemungkinan besar masa pengujian akan ditambah kurang lebih selama 6 bulan setelahnya. Hal ini sangat penting karena untuk mengajukan izin fintech di OJK butuh waktu lama.

4. Izin Tambahan Depkominfo

Hingga zaman modern seperti saat ini banyak hal yang perlu di pertimbangkan dalam melakukan hal termasuk perusahaan fintech. Untuk mengurangi atau meminimalisir penipuan yang terjadi pada setiap perusahaan serta aktivitas yang ilegal, perusahaan yang Anda miliki harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Depkominfo. Namun OJK sendiri juga berupaya penuh untuk mengurangi adanya penipuan.

Baca Juga:

Namun satu hal yang perlu Anda ketahui bahwa adanya izin tambahan ini tergantung pada jenis perusahaan fintech yang Anda miliki, dengan mengacu pada pedoman regulasi hukum baru. Dalam tahapan perizinan ini, perusahaan yang Anda miliki wajib memberikan atau menyerahkan rencana yang telah disusun selama kurang lebih satu tahun, tujuannya untuk memenuhi target yang telah disediakan.

5. Kesimpulan

Jika semuanya telah terasa terpenuhi dan lancar, Anda hanya perlu menunggu waktu untuk menjalankan perusahaan fintech Anda tersebut. Namun di sisi yang lain, hal yang perlu Anda ketahui adalah per September 2018 kemarin, OJK sendiri telah mendapatkan total 182 perusahaan fintech berbagai jenis ilegal.

Maka tidak heran jika selama proses pengujian berlangsung memakan waktu yang relatif lama. Hal ini sekaligus untuk menciptakan kenyamanan serta tidak adanya penipuan di dalam perusahaan. Dan semuanya harus melewati beberapa aturan dan regulasi hukum yang ada di Indonesia.

0 Response to "Langkah-Langkah Memulai Perusahaan Fintech di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel